
Bogor – Belajar pertanian tak harus selalu di ruang kelas. Sekitar 100 siswa Sekolah Rakyat (SR) bersama para guru pendamping diajak mengenal dunia bercocok tanam secara langsung melalui kegiatan giat tanam yang digelar Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), pada Rabu (30/09/2026)
Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan siswa terhadap pertanian dan lingkungan sejak dini. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian materi mengenai urban farming oleh Sutarsyah, Ketua Tim Kerja Layanan Perpustakaan BB Pustaka.
Dalam paparannya, Sutarsyah menjelaskan pentingnya penerapan urban farming, khususnya di tengah keterbatasan lahan yang banyak dihadapi masyarakat perkotaan. Menurutnya, keterbatasan lahan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menanam.
Semangat untuk mengenal dan mempraktikkan pertanian perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.
Siswa juga diperkenalkan bahwa berbagai informasi mengenai urban farming, teknik bercocok tanam sederhana, serta pengetahuan pertanian lainnya dapat diperoleh melalui perpustakaan dan koleksi yang dimiliki BB Pustaka.
Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti praktik menanam. Kegiatan praktik dipandu oleh Atep, penyuluh pertanian, bersama tim BB Pustaka. Dalam praktik tersebut, siswa dikenalkan dengan cara menanam menggunakan lahan terbatas dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah tanam. Bibit yang disiapkan berupa tanaman melon dan cabai.
Siswa diajarkan secara langsung mulai dari membelah galon menjadi dua bagian, menyiapkan dan mencampurkan media tanam berupa sekam dan kompos, hingga memindahkan bibit ke dalam wadah tanam. Dengan pendampingan Atep dan tim BB Pustaka, para siswa mengikuti setiap tahapan dengan antusias.
Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif namun tetap menyenangkan. Tawa dan keceriaan siswa mewarnai proses praktik menanam, terutama ketika mereka mulai mencoba sendiri menyiapkan media dan menanam bibit.
Selain memberikan keterampilan praktis, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar semakin mengenal, mencintai, dan menghargai dunia pertanian. Pertanian tidak hanya dipandang sebagai kegiatan di lahan luas, tetapi juga dapat dilakukan secara sederhana di lingkungan sekitar dengan memanfaatkan ruang dan bahan yang tersedia.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama siswa, guru pendamping, tim BB Pustaka, serta tanaman yang telah mereka tanam. Melalui kegiatan ini, BB Pustaka berharap sinergi bersama Sekolah Rakyat dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan literasi pertanian yang edukatif dan menyenangkan, sehingga pengetahuan yang diperoleh dari buku dan perpustakaan dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. (koresponden TR’/Edit SO)
