
BANTEN — Kekeringan tak menyurutkan langkah Brigade Pangan (BP) Barokah Tani Jaya binaan Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) kembali melakukan gerakan tanam di Desa Sukamanah, Malingping dengan Teknik Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di luas lahan 1 hektare, pada Rabu (09/09/2026).
Dengan dukungan pompa air untuk mengairi sawah, petani tetap optimistis menjaga lahan tetap produktif. Gerakan tanam tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, Brigade Pangan, penyuluh, dan petani dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan keterbatasan air.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kekeringan lahan akibat fenomena El Nino.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia pertanian dalam menghadapi ancaman kekeringan.
“Penyuluh memiliki peran penting dalam menyampaikan dan menerapkan teknologi pengelolaan air kepada petani di lapangan. Pemanfaatan varietas yang toleran terhadap kekeringan serta penerapan teknik irigasi yang efisien dalam penggunaan air kini menjadi langkah yang wajib dilakukan untuk menjaga produktivitas dan memastikan petani tetap dapat memperoleh hasil panen di tengah kondisi kemarau,” ujar Kabadan Santi.
Plt. Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Inneke Kusumawaty mengungkapkan bahwa dukungan sarana dan prasarana pertanian, termasuk pompa dan alat mesin pertanian (alsintan), turut membantu petani agar tetap dapat melakukan pertanaman.
Hadir pada acara tersebut diantaranya Staf Ahli Menteri Pertanian, Direktur Hilirisasi, Direktur BRMP Banten, para penyuluh dan petani Kecamatan Malingping, Brigade Pangan Malingping, Camat Malingping, jajaran Polsek Malingping, serta Danramil Malingping.
Plt. Camat Malingping, Budiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BB Pustaka yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada masyarakat petani di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian khususnya BB Pustaka yang telah peduli terhadap kami. Petani sangat terbantu, khususnya dengan kehadiran Brigade Pangan yang selalu siap,” ujar Budiana.
Menurutnya, keberadaan Brigade Pangan memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan yang saat ini terjadi. Dengan dukungan pompa dan alsintan, kegiatan pertanaman masih dapat dilakukan meskipun ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama.
"Walaupun saat ini sedang kekeringan, kita masih bisa tetap melakukan pertanaman dengan bantuan pompa dan alsintan. Ini sangat membantu petani kami,” jelasnya.
Budiana berharap dukungan dan pendampingan dari Kementerian Pertanian melalui BB Pustaka dapat terus berlanjut sehingga petani di Kecamatan Malingping semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.
Kehadiran Brigade Pangan dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong pertanian yang lebih modern dan efisien. Pemanfaatan alsintan dan dukungan teknologi memungkinkan proses budidaya dilakukan secara lebih efektif, sekaligus membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja dan kondisi lingkungan.
Sementara itu, gerakan tanam yang dilakukan di Desa Sukamanah menjadi bukti bahwa semangat petani untuk berproduksi tetap tinggi meskipun menghadapi musim kering. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, petani, serta unsur TNI dan Polri menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian di lapangan.
Melalui gerakan tanam tersebut, Brigade Pangan Barokah Tani Jaya bersama petani Malingping menunjukkan bahwa kekeringan bukan halangan untuk terus menanam. Dengan dukungan pompa, alsintan, teknologi, serta pendampingan yang berkelanjutan, upaya peningkatan produksi pangan di wilayah Malingping terus digerakkan. (Rep IB/Edit SO)
