
Bogor — Pemerintah Kabupaten Pandeglang melakukan kunjungan ke Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), Selasa (29/9/2026), untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan urban farming dan literasi pertanian. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses petani Pandeglang terhadap informasi, pengetahuan, dan teknologi pertanian yang terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang mendorong penguatan kolaborasi dengan Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) dalam pengembangan urban farming dan literasi pertanian. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap informasi dan teknologi pertanian yang terus berkembang.
Bupati Kabupaten Pandeglang, Dewi Setiani mengungkapkan bahwa Kabupaten Pandeglang memiliki potensi lahan pertanian yang masih luas dan dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai program pertanian, termasuk urban farming.
“Pandeglang memiliki potensi lahan yang masih luas. Atas arahan Sekretaris Jenderal, Pandeglang turut diarahkan untuk ikut dalam urban farming,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan BB Pustaka tidak hanya diarahkan pada pengembangan kegiatan pertanian, tetapi juga peningkatan literasi dan pemanfaatan sumber informasi pertanian bagi masyarakat.
“Kami ingin belajar literasi dan perpustakaan, khususnya terkait teknologi pertanian yang terus berkembang. Pandeglang bisa menjadi lokus percontohan untuk literasi pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga ingin memperluas kolaborasi sekaligus memperkuat arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, termasuk melalui pelaksanaan cetak sawah dan peningkatan luas areal tanam (oplah) yang melibatkan petani.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum BB Pustaka, Revo Agri Muis, menjelaskan bahwa persiapan pengelolaan urban farming di lingkungan BB Pustaka dilakukan selama tujuh hari. Seluruh pegawai turut terlibat dalam kegiatan tersebut dengan pembagian tanggung jawab pada setiap bidang.
“Setiap bidang bertanggung jawab terhadap lahannya masing-masing. Seluruh pegawai terlibat dalam persiapan pengelolaan urban farming,” jelas Revo.
Dari sisi literasi, Ketua Kelompok Substansi Perpustakaan dan Literasi, Widaryono, menjelaskan bahwa BB Pustaka memiliki koleksi yang berasal dari seluruh unit kerja lingkup Kementerian Pertanian, termasuk koleksi dari BRMP Banten.
Selain koleksi pertanian terkini, BB Pustaka juga memiliki koleksi antiquariat yang menyimpan berbagai informasi bersejarah, termasuk informasi mengenai kekhasan wilayah dan badak bercula satu yang berkaitan dengan kawasan Pandeglang.
Dukungan terhadap penguatan literasi pertanian juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Tanti Yulianti Kabupaten Pandeglang. Ia berharap BB Pustaka dapat membantu menyediakan tautan atau sumber informasi pertanian yang mudah diakses petani untuk ditempatkan di pojok baca.
“Apakah kami bisa dibantu terkait tautan yang dapat diakses para petani untuk disimpan di pojok baca? Semoga kami bisa dibina secara khusus oleh BB Pustaka,” harapnya.
Sementara itu, Nuridawati dari Dinas Pertanian menyampaikan bahwa kebutuhan petani terhadap informasi pertanian semakin besar. Ia berharap BB Pustaka dapat turut menyediakan informasi terkait program dan kegiatan Pertanian Modern, Mandiri, dan Sejahtera (PM-AAS). “Para petani membutuhkan informasi. Kami juga memohon informasi terkait PM-AAS agar dapat menjadi bahan literasi dan rujukan bagi petani,” ujarnya.
Kolaborasi antara BB Pustaka dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi pertanian, sekaligus mendukung petani dalam memperoleh informasi yang relevan mengenai teknologi, program, dan inovasi pertanian. Dengan potensi lahan yang dimiliki, Pandeglang juga berpeluang dikembangkan sebagai salah satu lokus percontohan literasi pertanian yang terintegrasi dengan kegiatan pertanian di lapangan (Rep IB/Edit SO)
