
Bogor, 28 November 2025 — Upaya memperkuat literasi dan produktivitas, pertanian di Provinsi Banten mendapat dukungan strategis dari Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), yang menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Banten untuk membahas sinergi pengembangan pengetahuan, pemanfaatan lahan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan layanan literasi pertanian dengan kebutuhan daerah dalam mendorong ketahanan dan swasembada pangan.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro, menyampaikan bahwa layanan perpustakaan pertanian nasional ini telah menjadi rujukan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari siswa TK hingga masyarakat umum. “Pustaka sudah hadir sejak 1842, namun secara resmi memiliki struktur organisasi sejak 1952. Selain mengelola perpustakaan, kami memiliki mandat meningkatkan literasi penyuluh untuk menunjang swasembada pangan,” ungkapnya.
BB Pustaka juga menjadi Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Banten, yang berperan dalam pendampingan 29 Balai Penyuluhan (BP) pada program optimalisasi lahan non-rawa seluas 8.000 hektare. Setiap BP mengelola 150–200 hektare melalui kelompok beranggotakan 15 orang. Dukungan BB Pustaka meliputi pembentukan BP, TOT, Bimtek, penyediaan sarana, koordinasi, hingga peningkatan literasi pertanian.
Di bidang layanan informasi, BB Pustaka telah dua kali meraih Akreditasi A, dengan koleksi 61.042 eksemplar cetak dan elektronik, repository 4.243 judul, serta 25.446 jurnal langganan. Berbagai inovasi seperti BCL (Bincang Cerdas Literasi), LOVE (Live of Agriculture Virtual Literacy), PUBER (Pustaka Bergerak), RELASI (Repositori dan layanan konsultasi jurmal ilmiah), Sapu Teras (single account penerbitan memperkuat layanan penyebarluasan informasi pertanian).
Sementara itu, Komisi II DPRD Banten yang dipimpin K.H. Iip Makmur mengapresiasi sambutan BB Pustaka serta pengetahuan baru yang mereka peroleh terkait peran strategis lembaga tersebut. “Kami awalnya tidak tahu, kemudian menjadi tahu. Ini membuka wawasan kami soal pentingnya literasi pertanian bagi masyarakat Banten. Potensi pertanian sangat besar, tetapi minat generasi muda masih rendah. Literasi menjadi kunci untuk mengubah itu,” ujarnya.
Ia menyoroti tantangan seperti rendahnya minat pendidikan pertanian dan perlunya edukasi dasar-dasar pertanian kepada generasi muda. Mereka berharap sinergi dengan BB Pustaka dapat memperkuat ekosistem literasi pertanian melalui berbagai koleksi buku, pelatihan petani milenial, dan pengembangan hulu-hilir komoditas unggulan, termasuk hortikultura dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam dialog, terungkap juga program strategis Kementan soal Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang sejak 2025 bertransformasi menjadi Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), hasil kerja sama Kementan dan Kemendes. Program ini terbukti masih eksis di Banten, dengan komoditas sayuran unggulan, rumah benih, demplot, pertanaman, hingga pascapanen yang mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Dari pihak Banten, terdapat komitmen untuk menindaklanjuti kerja sama, termasuk optimalisasi lahan tidur seluas 19 hektare di Kabupaten Lebak agar dapat diolah menjadi lahan produktif. Kepala BB Pustaka menanggapi bahwa BRMP Banten memiliki tenaga analis kesesuaian lahan, tahun 2026 Ditjen Hortikultura memiliki program klaster buah-buahan yang dapat disinergikan.
BB Pustaka menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung Provinsi Banten dalam pemanfaatan lahan, peningkatan literasi, dan pengembangan sektor pertanian. “Kami siap bersinergi dan berdiskusi lebih lanjut untuk mewujudkan swasembada pangan,” tutup Kepala BB Pustaka. (Rep FN/Edit SO)
